Senin, 22 Maret 2010

Tentang pengarang Harry Potter

J.K Rowling Lahirkan Harry Potter di Kereta Manchester - London

Lihat Gambar
J.K Rowling (c) larryfile wordpress
Senin, 22 Maret 2010 07:00
KapanLagi.com - Oleh: Agatha Yunita

J.K. Rowling, jika mendengar nama tersebut tanpa melihat sosoknya secara langsung atau di foto mungkin Anda akan mengira ia adalah seorang pria berkebangsaan Inggris. Namun sebenarnya itu adalah nama seorang novelis wanita, yang pada awalnya dikenal sebagai Joanna Murray.

Novel yang membuat namanya kian melambung di dunia internasional tak lain adalah HARRY POTTER yang mengisahkan petualangan seorang penyihir yang diceritakan bersekolah di hogwarts. Laris manis di pasar internasional dan nasional, serial fantasi Harry Potter terjual 400 juta kopi dan memenangkan aneka penghargaan di kancah dunia. Bahkan novel ini semakin booming saat Warner Bros memutuskan untuk memfilmkan judul pertama novelnya, HARRY POTTER AND THE PHILOSOPHER'S STONE yang dirilis pada 16 November 2001. Film demi filmpun akhirnya dibuat berdasarkan novel yang dibuat. Tak ayal jika J.K Rowling tercatat dalam deretan wanita terkaya nomor 12 di Inggris oleh Sunday Times dengan jumlah kekayaan US$798, dan selebriti ke-48 yang berpengaruh di tahun 2007 oleh Forbes, serta Person of the Year 2007 versi Majalah Time. Sihir Harrykah ini?

Kembali pada J.K Rowling di masa lalu. Jo, begitulah ia menyebut dirinya, Jo lahir di sebuah kita kecil bernama Yate, di Inggris 31 Juli 1965 silam. Wanita yang lahir dalam keluarga Rowling ini menjalani hidupnya sederhana dan bahagia bersama kedua orang tuanya.

Jo adalah anak sulung, Di, adik perempuannya lahir setelah ia berusia hampir 2 tahun, tepatnya 1 tahun 11 bulan. Jo dan adiknya bersahabat baik dan Jo seringkali mengarang cerita untuk adiknya yang senantiasa mendengarkan dongeng dari kakaknya itu. Masih lekat dalam ingatannya sebuah dongeng yang seringkali dibacakan kepada adiknya, seekor kelinci bernama Rabbit dan lebah raksasa bernama Miss Bee, seperti dilansir dalam wikipedia.

Hobby Jo menulis cerita-cerita fantasi ini dimilikinya sejak ia kanak-kanak, pada usia 6 tahun bahkan ia ingin sekali menulis sebuah cerita, namun sayangnya ia tak memiliki sebuah pena untuk menulis. Mengapa ia tak meminjam pena saja untuk menulis ceritanya? Tidak, Jo terlalu malu untuk meminjam pena dari teman-temannya, ia memilih menahan hasrat menulisnya dan menimbunnya dalam pikiran saja.

by : google

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar